33+ Contoh Puisi Kecewa dan Patah Hati Awas Galau! {Terbaru}

Puisi Kecewa – Siapa sih yang gak pernah kecewa? Pasti pernah semua kan. Apalagi zaman sekarang, banyak banget orang yang pacaran tapi ujungnya malah sakit hati dan kecewa.

Semoga kita gak kayak gitu yah. Capek hati kita, kalau setiap harinya harus kecewa dengan pasangan kita. Apalagi kalau yang namanya pacaran kan belum halal. Belum halal ajah udah gtu, gimana nanti kedepannya.

Nah, saran ajah yah dari saya. Kalau nantinya pilih pasangan tuh yang baik, sholeh, sabar dan pinter agama. InsyaAllah deh kamu gak akan kecewa kalau nanti memiliki pasangan seperti itu.

Langsung ajh ya. Berikut kumpulan contoh puisi kecewa yang bisa kita ambil pelajarannya dan enjoyy!

Puisi Kecewa – Tak Mungkin Bersatu Lagi

puisi kecewa, puisi keren, contoh puisi, gambar puisi, kecewa

 

Pecahan tak mungkin lagi bersatu
Goresan tak mungkin lagi sempurna
Rasa yang pernah terluka dan hati yang pernah tergores
Akan sulit kembali seperti semula

Hati ini
Bukanlah sebuah karet
Yang jika ditarik akan kembali seperti semula
Sama seperti kecewaku, yang melihat kau dengan si dia

Hati ini hanya pena dan tinta yang berbicara
Terangkai cerita pahitnya cinta
Sakit ini sungguh menyiksaku
Seperti hewan buas yang mati karena tombak sang pemburu

Bibirku tak dapat berucap
Bukan karena aku diam dan membisu
Tapi karena hanya mengecap rasa pahit kekecewaanku
Yang selama ini tak pernah seperti itu

Jangan bermain dengan yang namanya cinta. Bisa saja membahagiakan tapi sangat bisa mengecewakan. Akan sangat indah bila kita menunggu waktunya saja sampai ada seseorang yang ingin menjadi penggenap agama kita.

Kalau bisa jangan pacaran deh. Sakit nanti ujungnya. Yang jelas-jelas ajah. Wakut kita sekarang belajar dulu setinggi mungkin. Gapai semua impian kita dan bahagiakanlah kedua orang tua.

Ucapan bukanlah Permainan

puisi kecewa, puisi keren, contoh puisi, gambar puisi, kecewa

 

Bagiku, ucapan bukan permainan
Lisan bukan teka-teki silang
Dan apa yang kau katakan
Sungguh ini bukan candaan

Aku kecewa
Padamu yang ternyata begitu ringan menempatkan sebuah rasa
Padamu yang teramat jahat menghargai sebuah kita
Kita yang kini kau telah buat binasa

Padahal sebegitu dalam aku tanamkan percaya
Tetapi pula sebegitu dalamnya kau hujam kecewa
Luar biasa! Bahkan selepas itu
Kau masih bisa menjanjikan kini, begitu menjijikan

Hebat!
Salut!
ku tak percaya dengan apa yang kualami saat ini
Dan sekarang yang bisa aku lakukan hanyalah diam

Disini seorang laki-laki yang dipegang teguh adalah omongannya. Jika omongannya sudah diingkari maka lelaki itu bukan lelaki sejati.

Karena seorang perempuan itu sangat butuh yang namanya kepastian. Kalau kita sebagai kamu lelaki tidak bisa dipegang omongannya. Maka ketahuilah kita bukan lelaki sejati.

Aku Sudah Berharap

puisi kecewa, puisi keren, contoh puisi, gambar puisi, kecewa

Entah mengapa aku sebegitu percaya
Aku sebegitu yakin
Hingga aku tersadarkan
Bahwa aku pernah percaya, namun di khianati

Aku pernah mencintai
Tapi disakiti
Aku pernah memiliki
Tapi aku kehilangan

Aku pernah berharap
Tapi harapan itu sia-sia
Apakah ada cinta yang seperti ini?
Aku rasa nggak ada

Menuggu, tapi tak ditunggu
Bertahan, tapi tak ditahan
Tak sadarkah, dibalik senyuman ini
Sungguh aku terluka

Jika kau tak bisa pastikan
Sudahlah, aku saja yang mengalah
Aku telah memberikanmu yang terbaik
Mengapa dia yang mendapatkan yang terbaik

Ku tau akan sakit jika penantian tidak berujung dengan apa yang telah kita rencanakan. Memilih untuk diam mungkin bisa menjadi pilihan yang terbaik.

Disaat penantian kita tidak dihargai maka lepaskanlah. Masih banyak hal yang harus dilakukan dan kita kejar untuk masa depan yang cemerlang. Puisi kecewa ini bisa jadi pembelajaran untuk kita.

Jadi sekarang untuk kalian semua jangan masih menunggu kepastian dan tidak kunjung datang. Maka lepaskan saja. Ketahuilah, rencana Allah begitu indah.

Kepercayaan yang Hancur

puisi kecewa, puisi keren, contoh puisi, gambar puisi, kecewa

Kepercayaanku hancur
Harapanku tersungkur
Bukan karena aku tak ikhlas memberikan
Bukan karena aku ingin imbalan

Mengapa sebegitu tega saat satu kesalahan ini muncul
Dan segala kebaikan hangus begitu saja?
Tegurlah aku, katakan padaku
Semua kabaikan itu, aku ingin mengajak siapapun untuk berjalan bersama

Tapi mengapa
Mengapa justru malah membuat diriku seperti orang bodoh
Maaf, aku telah memaksakan
Aku memang bukan teman yang baik

Kita memang baru saja mengenal
Dan nyatanya aku telah gagal
Gagal untuk mengerti
Gagal untuk memahami

Mungkin aku yang mematahkan hatimu
Aku yang egois atas kamauanku
Yaa, aku memang tak baik untuk menjadi seorang sahabat
Untuk kau sebut teman saja, sepertinya aku tak pantas

Lalu, untuk kesekian kalinya
Aku selalu gagal untuk menjadi seorang kawan
Sejujurnya kepercayaanku telah hancur
Aku tak mau melepaskan, aku tak ingin semua hal baik terkubur

Kecewa itu perasaan kita saja. Jangan terlalu memaksa hati itu untuk berburuk sangka. Jaga hati ini agar tetap baik. Suci dari prasangka dan kebohongan.

Puisi kecewa ini bisa lah kita jadikan sebagai bahan pembelajaran bahwa kecewa tidaklah baik. Jangan sapai kita membuat orang lain kecewa akan kita yahh.

Terlalu Erat Memegang

puisi kecewa, puisi keren, contoh puisi, gambar puisi, kecewa

Rasa sayang ini, aku terlau erat dalam memegang
Hingga aku sulit menerima
Bahwa aku memang bukan kawan yang mungkin kau harap untuk datang
Lukaku, lebih dalam lagi

Saat ini, aku sulit percaya
Akan adanya sahabat sejati
Ternyata, kecewa bukah hanya pada cinta akhwat dan ikhwan
Namun persahabatan tak ayal ada kata saling menyakiti

Memang, tak ada cinta paling sejati
Dan ia yang tak pernah berakhir pada kecewa yang pahit
Dan kita sama-sama tau
Allah lah menjadi tempat bersandar tanpas rasa sakit

Maaf aku tak bisa menjadi sahabat yang baik
Aku terlalu menginginkanmu selalu ada di sisi
Tetap saja, hatimu adalah milik-Nya
Dan aku hanyalah manusia

Meski percayaku hancur
Kebaikan mulai kabur
Aku tetap disini
Mendoakan apa-apa yang terbaik untukmu

Sahabatku
Semoga saja Allah menuntunmu
Pada jalan yang tak pernah melalaikanmu
Untukmu yang disana

Ketika Tak Dihargai

puisi kecewa, puisi keren, contoh puisi, gambar puisi, kecewa

Ketika cinta tak lagi dihargai
Aku memilih untuk diam
Mentari tak lagi bersinar seperti biasanya
Menyeringai indah di setiap selah udara

Aku mulai khawatir
Dengan sosokmu yang mulai redup
Aku mulai cemas
Akan wajahmu yang mulai menghilang

Dan aku mulai takut
Akan cintamu yang mulai memudar
Sunggguh aku semakin kecil, mengecil dan semakin rapuh
Mungkin, aku terlalu mengikatmu dalam sebuah kepastian tak kunjung pasti

Atau mungkin, aku terlalu mengharapkanmu
Memberiku setulus kasih
Yang pernah kau curahkan padanya
Dan aku tau untuk dia selamanya

Atau mungkin,
Aku terlalu menaruh tiap-tiap harapanku di dalam tiap mimpimu
Atau bahkan mungkin jika aku terlalu mencintaimu
Sesampai kau terlalu risih melihatku

Mendengarku, terlebih untuk mencintaiku
Yaaa, mungkin kau menghilang
Perlahan melangkah mundur
Setapak demi setapak, berjalan untuk menjauh

Sepenggal demi sepenggal
Dan akhirnya, kau pergi
Tanpa ada kata, hanya sebuah potret dirimu
Cukup untuk menjelaskan betapa kau tak menginginkanku

Cukup untuk menerangkan
Bahwa sungguh kau hanya singgah sekejap dalam hatiku
Cukup untukku menyeringai
Bahwa kau tak perhan menaruh kasih dalam lubuk kalbumu

Terpanah Oleh Cinta

puisi kecewa, puisi keren, contoh puisi, gambar puisi, kecewa

Yaa, cintaku terlalu dalam
Sampai aku tak paham bagaimana rasanya meninggalkan
Sampai aku tak mampu untuk pergi menjauh
Sampai aku tak bisa berkutik, untuk menebar cacian padamu, aku tak berdaya

Aku hanya bisa berdiri
Sembari menyeringai
Tersenyum dengan pahit
Menyimpan cintaku yang terpendam di dalam hatiku

Membiarkan air mata jatuh dari sepasang mataku
Membiarkan kelopak mata membasah
Terperdaya air peluh
Membiarkan batin memendam, sesak penuh akan luka

Membiarkan mulut terbungkam
Menyimpan ribuan cacian
Membiarkan telinga tertutup
Menuli dari segala bisik dari bujuk rayu

Dan, aku hanya bisa terdiam
Karena, Ketika cinta tak lagi dihargai
Aku memilih diam
Mungkin itu lebih baik untukku

Menyimpan segala rasa dalam sebuah ruang
Yang diam-diam aku bisikan pada tuhan
Yang dalam senyap aku adukan pada Dia
Ilahi Rabbi

Aku Mundur

puisi kecewa, puisi keren, contoh puisi, gambar puisi, kecewa

Aku mundur memilih hancur
Kubiarkan harapanku padamu terkubur
Aku menyerah dengan hati yang patah
Meski perasaan ini masih yang terindah

Sudah beribu kenangan yang ku ukir bersamamu
Sudah berjuta air mata yang aku korbankan untukmu
Tapi apa, apa yang kini aku dapat
Untuk semua yang telah aku perjuangkan

Kau seolah tak pernah melihat pengorbanan besar itu
Kau telah dibutakan oleh mereka
Yang hanya bisa menerimamau saat ini
Tanpa tau siapa kau yang dulu

Aku tau, aku hanyalah seorang yang lemah
Yang tak punya seperti apa yang mereka miliki
Tapi cinta, cinta ini lebih besar dari apa yang kita perjuangkan dulu
Semua kan kuingat selalu

Kisah indah ini kau balas dengan air mata
Tanpa menghargai perjalanannya
Aku kini sadar
Memang bukan aku yang kau butuhkan

Jangan sampai kita mengecewakan orang yang kita sayang dan dia pun sayang akan kita. Jangan sampai kita sia-siakan orang yang memang tulus peduli akan kita.

Jangan buat dia kecewa. Buat dia tersenyum sesering mungkin. Bahagiakanlah dia sebagaimana pasok bahagia kita ialah senyumannya.

Semua Sudah Usai

puisi kecewa, puisi keren, contoh puisi, gambar puisi, kecewa

Kita memang sudah usai bukan?
Sejak awal kita memang sudah usai
Kitanya saja yang terlalu memaksakan
Memaksa semua ego dan kemauan belaka

Untuk bersama tidaklah mudah
Buktinya, kita tak sanggup untuk saling melindungi
Sejak awal kita memang sudah saling menyakiti
Kitanya saja yang tidak sadar

Sejak awal kita meman sudah usai
Bersama sebuah ketegasan yang selalu kita ingkari
Kita yang dari awal egois
Atau karena ketegasan ini kita jadi egois?

Semoga saja tidak akan ada lagi
Hubungan yang seperti ini
Cukup, cukup kita yang merasakan
Betapa banyaknya ketegasan yang menghakimi kita

Semoga tidak ada lagi
Kata kita yang seperti kita
Seorang laki-laki
Dengan dia disana

Semua awal pasti ada akhir. Tak ayal nantinya kita akan menemukan sebuah perpisahan dengan adanya kekecewaan. Semu tidak ada yang gak mungkin.

Kalau sudah seperti itu yaa terima ajah. Memang mungkin waktunya saja sudah habis. Kecewa itu kadang salah. Tapi yaa mau gimana lagi kalau memang hati ini sudah sakit.

Terakhir Untukku

puisi kecewa, puisi keren, contoh puisi, gambar puisi, kecewa

Mungkin, hari ini adalah yang terakhir bagiku
Untuk mendengar tentangmu
Merunut kisah lampau tentang kita
Yang jelas pernaih kita lalui bersama

Aku sadar
Bahwa mungkin, khayalku terlalu tinggi
Sampai aku tak mengira
Aku sudah di ambang jurang tajam

Begitu sangat jelas
Kau sudah berikan sinyal merah agar aku tahu diri
Namun sepertinya
Labuhan hatiku sudah terlanjur menghimpit dermaga hatimu

Aku sudah cukup untuk merasai pahitnya mengkhianatan
Dan kau hadar dengan perngharapan
Sembuhkan segala luka dan pahitnya kenangan
Aku sudah cukup mencintaimu

Jika saja, aku bukanlah manusia impian
Sekali saja, katakan bahwa aku benar-benar tak pantas
Jangan kau biarkan aku mengais sisa rasa dirimu
Yang bahkan tak pernah kau cecerkan untukku

Tolong, ajari aku untuk bisa berjalan
Berjalan perlahan untuk mundur lebih pasti
Ajari aku bahwa kau tak sedikitpun menginginkan
Hadirnya seseorang seperti ku

Tolong, melepaskanmu begitu enggan rasanya
Seperti mendaur untuk ribuan tahun lamanya
Mengubur dalam-dalam benih
Yang telah tumbuh tegap di suburnya tanah

Tolong, ajari aku untuk melepaskanmu
Tanpa takut untukku terlalu jauh darimu
Ajari aku untuk melepaskanmu
Agar aku tau bagaimana rasanya menjadi dirimu

Yang sangat mudahnya meninggalkan aku
Tanpa tau bagaimana akibat setelah ini

 

Berdiam dan Berangan

puisi kecewa, puisi keren, contoh puisi, gambar puisi, kecewa

Entah berapa lama kita berbicara
Bercerita tentang hari penuh suka dan duka
Kita teman sedari awal sua
Mempertanyakan tentang diri, melempar segala peduli

Kau begitu dingin
Kucoba datang menawarkan kehangatan
Sebuah percakapan ringan antara teman
Yang mungkin bisa membuatmu merasakan arti berkawan

Seiring detik berputar
Rindu-rindu mengusik hariku
Tak terasa sedikit sapaan darimu adalah yang selalu kunanti
Tak kusangka segala tentangmu aku jatuh hati

Meski kau begitu dingin
Seolah tak peduli
Namun, aku tak salah untuk menaruh hati
Kau pun? Sama

Kita memahami apa yang telah terjadi
kita teman dengan perasaan
Kita kawan dengan lebihnya perhatian
Entahlah, aku percaya takdir tuhan

Bagaimana Allah akan mengalurkan
Namun, kali ini semua berubah
Kau seolah menjauh
Memberikanku jarak-jarak tajam

Mengulik semua ruang curam
Ada apa denganmu?
Aku selalu bertanya padamu
Apakah kedatanganku mengganggu?

kau bahkan selalu mengatakan
Bahwa hadirku mengubah segalamu
Menghangatkan dinginnya jiwamu
Tapi apa?

Kenapa, kenapa kau tak membiarkanku pergi
Jika pada akhirnya kau hanya mendiamkanku sendiri
Tanpa hiraukan lagi, tanpa peduli
Kini, segala yang tersisa hanya kecewa

Dan kembali semua tentangmu
Aku ingin hapuskan
Dan lagi aku akan percayakan
Segala takdirku pada tuhan

Hanya Basa-Basi

puisi kecewa, puisi keren, contoh puisi, gambar puisi, kecewa

Rasa ini hanya basa basi
Ketika tanpa permisi
Aku menulis namamu di hatiku
Mencoba menyisakan ruang di sisi indah mimpiku

Kemudian membiarkan wajahmu bertebaran di pikirku
Dan saat itu aku mulai bertem dengan rasa yang tak tentu
Jauh sebelum kau menyadari akan rasa hati ini
Pernah aku mencuri pandang mengelabui hati

Seolah tak pernah ada ruang tipis yang ada namamu
Seolah segala rasa sudah menjadi biasa
Hingga aku putuskan
Untuk menimpan terus namamu itu

Hari-hari yang kulalui sedikit berbeda
Entah karena aku memutuskan untuk bermain dengan rasa
Atau apalah, aku pun tak tau
Semakin hari aku kian kacau berdiam diri

Berada di titik dimana kita telah menjadi bagian dari orang lain tanpa kita sadari. Ada hati di luar sana yang selalu melambungkan nama kita di setiap sujudnya.

Tapi entah mengapa kita tidak menyadari itu dan berlaku seakan tidak terjadi apa-apa. Jaga saja rasa itu di hati yah. Sabar, bila itu memang jodohmu maka bersyukurlah.

Bayang Wajah

puisi kecewa, puisi keren, contoh puisi, gambar puisi, kecewa

Bayang wajah yang dulu bukan masalah
Kini seolah menari-nari menjadi gundah
Payah, aku terjebak dalam satu rasa
Yang sebelumnya tak perbah aku pinta

Dengan segala upaya
Yang aku pun tak tau darimana
Aku mencoba berlari sejauh yang aku bisa
Tak ingin aku mencoba bermain bara

Tak ingin aku mencoba memendam rasa
Dan tak seharusnya aku bermain kata
Dengan apa yang mungkin mereka bilang itu cinta
Dengan hati yang mencoba bisa berkompromi

Aku kini terseok untuk berlari
Aku kepayahan mengurai rasa yang harusnya tak pernah ada
Aku gemetaran, ketika aku harus basa-basi
Dengan suara hatiku sendiri

Wahai hati yang pernah menjadi suci
Sudah semestinya kau terus berbakti
Hanya pada san Ilahii Rabbi
Pemilik hati ini

Wahai hati yang pernah menjadi suci
Sudah seharusnya kau berserah diri
Tak perlu merasa sendiri dan sepi
Yakinlah rasa indah itu akan kau miliki

Semua sudah ada yang mengaturnya ialah Allah. Jangan risau dengan kedaan, apalagi sampai frustasi dan memilih diam tanpa tujuan yang pasti.

Kecewa mungkin menyakitkan. Tapi kita tidak boleh hanya diam. Diam hanya membuang-buang waktu yang ada dan membuang masa di depan mata.

Penutup

Sekian kumpulan puisi kecewa menuggu yang telah saya tuliskan. Bacanya jangan baper yahh, dibawa santai ajah. Puisi kecewa untuk seseorang ini jangan untuk ditiru. Tapi untuk di ambil hikmahnya.

Yang mau ambil puisi kecewa untuk sahabat ini monggo, silahkan. Bacain ajah nih puisi kecewa untuk sahabat ini ke orang yang sudah buat kita kecewa. Biar dia itu tau, kalau kita gak mau di kecewain, hehehe.

Yang baper komen yah, wkwkwk. InysaAllah bisa bermanfaat yah. Jangan putus asa jika kita telah mengecewakan ataupun dikecewakan. Terus berusaha menjadi lebih baik! Dan jangan mengulang kasalahan yang sama.

Kau bisa menutup matamu dari hal-hal yang tidak ingin kau lihat. Tapi kau tak bisa menutup hatimu dari hal-hal yang tak ingin kaurasakan.

Satu pemikiran pada “33+ Contoh Puisi Kecewa dan Patah Hati Awas Galau! {Terbaru}”

Eh Komen Dong..

%d blogger menyukai ini: