Kumpulan Puisi Tentang Alam dan Beberapa Hikmah yang Bisa Kita Ambil

Puisi tentang alam adalah salah satu karya anak bangsa pencinta alam Indonesia yang begitu indah dan berwarna. Kami sebagai anak bangsa, bangga dengan negeri ini.

Puisi tentang alam ini saya tulis untuk mengungkapkan keindahan yang Allah beri untuk negeri tercinta ini. Puisi tentang alam adalah wadah untuk mengungkapkan sebuah imajinasi atau sesuatu yang kita rasakan di alam sana.

Banyak kategori puisi yang banyak orang tulis seperti cinta, perpisahan, ibu dan yang lainnya. Sekarang saya akan menulis puisi tentang alam. Dibaca yah!

Bumi ini Sangat Indah

Bumi ini Sangat Indah
akhirzaman.org

Saat ku buka mata ini
Sinar mentari menembus kaca jendela
Jendela ku buka dengan seksama
Harum mawar segera tercium
Udara sejuk kurasakan

***

Kabut tebal serasa menyelimuti pagi ku
Dedaunan basah karena tertutup embun
Telinga ini mendapati suara burung bersautan
Kulit ku terbius sejuknya angin pagi

***

Ku pandang awan seputih bunga melati
Melapisi langit tiada dua
Menatap hari yang siap untuk ku jalani
Dengan alam yang begitu indah

***

Sawah yang kian menguning
Pagi yang ditemani oleh sang mentari
Mendengar sang ayam berkokok di seluruh pelosok negeri
Para petani bersemangat pergi bertani

***

Banyak sekali padi yang sudah tertunduk lemah
Bertanda mereka membutuhkan pertolongan
Semua petani bergerak dengan cepat
Sang padi akhirnya selamat

***

Kelompok air yang mengalir menelusuri sungai
Sangat jernih bak bongkahan kaca
Segar menyelimuti jiwa dan seluruh raga
Itulah cerita bumi indah ku ini

***

Awan cerah bertanda pergi
Suara burung saling bersautan
Hujan yang tidak kunjung turun
Tanah kering tersulap menjadi basah
Pohon semula layu telah subur kembali
Sungai yang dangkal telah mengalir kembali

***

Hewan berkeluaran untuk mengeringkan tubuhnya
Pohon gembira mendapatkan air untuk akar-akarnya
Itu semua kajadian yang akan terjadi setelah hujan
Semoga memang begitu dan terus begitu
Demi kebahagiaan kita semua

Semua ini milik Allah semata. Segala yang kita rasakan adalah pemberian-Nya. Janganlah kita sombong dengan apa yang kita punya. Karena sombong anda menjadi jarang bersyukur.

Keelokan Alam Kita

Keelokan Alam Kita
Bumi ini Sangat Indah

Saatku mencoba membuka kelopak mataku
Ku kaget, tak percaya bahwa itu nyata
Langsung ku berpikir, ataukah ini mimpi
Namun kusadar bahwa semua keindahan ini sungguh nyata

***

Sungguh elok apa yang ku lihat ini
Lautan samudera luas terbentang
Gunung-gunung menjulang tak beraturan
Langit yang terhiasi oleh pelangi
Semua indah dalam pandangan pertama

***

Ombak berlarian menerjang semua yang ada
Saling berkejaran, menghantam batu karang
Terhempaslah aneka batu keong
Yang berhamburan dari bawah lautan

***

Ombak pun menerjang, bergemuruh tiada tara
Seolah menyampaikan pesan tersirat
Bahwa alam ini terhias sangat indah
Dan memberikan kehangatan untuk kita semua

***

Burung berkicauan dengan penuh semangat
Bertanda akan tiba hari yang baru
Indahnya alam ini membuatku terpesona
Seperti seluruh dunia ini adalah untukku

***

Kupenjamkan mata ini untuk merenung sejenak
Kurentangkan tanganku untuk merasakan semua
Senang, gembira, sejuk terasa begitu indah
Wahai pencipta alam semesta
Ku bersyukur kepada engkau yang Maha Esa

Kita harus bersyukur untuk apa yang telah kita rasakan. Semua pemberian Allah, dan kita patut bersyukur pada-Nya. Puisi tentang alam ini menberitahu kita, bahwa alam yang indah ini milik Allah.

Semua ini Nyata

Semua ini Nyata
kintamani.id

Belum datang mendung untuk menutupi langit
Sebuah kenang haru, takut dan juga perpisahan
Semua tersimpan rapat di damal jiwa
Sejukan raga jiwa yang ayu

***

Bulan nampaknya sedang tidak mau tertawa manja
Bertanda malam sedang tidak berkawan
Bintang pun bersembunyi mencari sunyi
Tertutup awan gelap menyelimuti langit

***

Bulan memperlihatkan keelokannya
Mungkin hitam akan menang melawan terang
Tetapi fajar tak mau kalah menggandeng mentari
Membawa salam untuk alam pagi

***

tempat tinggal terindah
Jauh dari keributan kota
Yang dipenuhi oleh polusi udara
Kemacetan dimana-mana

***

Tempatmu yang penuh akan pepohonan
Menjadikan hatimu selalu damai
Jauh dari padatnya kota
Yang selalu merajalela

***

Disini adalah tempat yang damai
Mata yang dimanjakan oleh barisan pegunungan
Allah selalu memberi kita yang terbaik
Membalasnya dengan cara bersyukur

Pegunungan, Perbukitan, sawah luas terbentang. Semua itu ciptaan Allah. Nah, untuk yang tinggal di kota juga jangan lupa bersyukur, Jangan gara-gara macet lupa bersyukur!

Baca juga: Cara Membuat Puisi yang Baik dan Benar 100% Gampang Banget!

Indah Banget!

Indah Banget!
dagelan.co

Ku ikhlaskan ombak menyentuh
Kedua kaki ku sekan mengajak menari
Dalam buaian kenangan masa lalu
Kupandangi kejauhan

***

Jauh di ufuk sana, warna biru bercampur padu
Seakan menyatukan laut dan langit
Namun waktu sangat cepat berlalu
Beranjak meninggalkan pesona

***

Luasnya hamparan pasir putihmu
Suara ombak yang menggebu
Suara itu pun menciptakan suasana baru
Terdengarlah keceriaan anak-anak tertawa lepas

***

Tersenyum diantara dua pipi itu
Bak lautan pasir jemari-jemari nakal
Sesekali gelombang mengajaknya berkenalan
Karena waktu tak akan pernah kembali
Bahkan meninggalkan kita dengan berlari

***

izinkan ku menemuimu
Untuk mengungkapkan sebuah rasa
Rasa yang begitu mendalam
Indah banget!

Waktu berputar kian cepat. Semua ini akan selesai dan akan terbenam. Tak ada lagi yang harus dibanggakan. Lakukanlah yang terbaik untuk hari-harimu.

Puisi Tentang Alam, Aku dan Kamu

Puisi Tentang Alam, Aku dan Kamu
medono.sideka.id

Angin senja disela gerimis
Menerjang pelan, henti sejenak
Ku berteduh dibawah
Pohon rindang beratap awan

***

Kemudian perlahan menghilang
Ke arah gubuk tua
Yang tidak beratap
Tepat di pinggir sawah

***

Senja ini …..
Tidak ada lagi engkau disini
Semua hanya menyisakan kenangan
Kenangan yang sudah tertutup rapat

***

Tiada yang romantis dari semua ini
ke dalam khayal belaka
Semua ini akan sia-sia
Karena ratusan hari terkubur diam

***

Jalan ini sudah sepi
Hanya suara jangkrik bersautan
Dengan rintik gerimis yang belum usai
Yang tidak pula menjadi hujan deras

***

Ku rasa ada yang berubah
Dari dirimu atau mungkin diriku
Jalan ini berubah menjadi teduh
Di beberapa sudut kian bersujud

***

Ada padi milik petani
Yang beberapa bulan lalu baru kulihat
Masih berdiri kokoh dan tegak
Sekarang Tertunduk, rendah diri

Semua ada waktunya. Kadang kita diatas dan nanti kita akan pula merasakan dibawah. Hidup ini simpel. Puisi tentang alam ini memberikan hikmah bagi kalian yang berpikir.

Perkenalkan, Aku Alam

Perkenalkan, Aku Alam
winduaji.sideka.id

Perkenalkan, namaku alam
Ku rumah dari flora dan fauna
Ku senang melihat mereka bermain bersama
Di dalam lingkaran namaku ini

***

Dimana hewan menganggapku rumah mereka
Tempat mereka beranjak dewasa
Bertahan hidup, mencari makan
Melakukan aktifitas dengan gembira

***

Bukan hewan saja
Tumbuhan pun memiliki hak yang sama atasku
Tumbuhan adalah perhiasanku
Dan semua hewan adalah peliharaanku

***

Aku pula yang selalu menyejukkan bumi
Memberi oksigen untuk seluruhnya
Aku juga memberikan sumber daya yang mereka butuhkan
Mengasihi mereka energi dan perhiasan
Dan segala yang mereka perlukan

***

Tetapi itu semua terjadi
Sebelum bumi ini dipenuhi oleh para serakah
Menghabisi semua sumber dayaku
Dan mereka pakai untuk berfoya-foya

***

Kini…..
Manusia kebanyakan hanya memikirkan diri sendiri
Mereka tak sekalipun memikirkan aku
Mereka selalu ingin lebih, dan tidak bersyukur untuk apa yang ada

***

Lihat apa yang mereka perbuat terhadapku
Dengan apa yang telah kuberi kepada mereka
Menebang pohonku tanpa belas kasih
Memberi polusi untuk aku

***

Kecewa sekali hati ini
Tidak ada kah kesadaran dari diri mereka?
Apakah gak ada rasa iba untukku?
Sungguh, sangat sungguh hatiku saat ini!

Puisi tentang alam ini menceritakan tentang mereka manusia yang tidak mempunyai rasa terimakasih kepada alam. Mereka hanya memikirkan kesenangan mereka sendiri,

Menjadi hamba yang taat yuk! Jangan egois, selalu bersyukur, saling bantu membantu, saling menjaga satu sama lainnya.

Eh Komen Dong..

%d blogger menyukai ini: