Kumpulan Puisi Tentang Ayah yang Telah Berjasa Dalam Hidup Kita

Apa yang akan anda pikirkan ketika mendengar kata ayah? Kagum, itu pasti. Walaupun terkadang sikapnya yang tegas membuat kita kesal. Puisi tentang ayah ini merupaka ungkapan rasa sayangku padanya.

Meski sikapnya yang selalu tegas mengawasi kita. Tapi sosok ayah akan selalu ada di dalam hati ini, walaupun sikapnya sering kali menyebalkan.

Selain sikap tegasnya itu. Seorang ayah akan selalu memperlihatkan kegembiraan di hadapan kita. Walaupun di balik kegembiraan itu ada sebuah rasa lelah, letih, pusing dan stres tiada tara.

Tapi percayalah! Dibalik semua sikapnya itu, akan ada sebuah kebaikan yang akan kita dapatkan. Bacalah puisi tentang ayah ini, agar kalian percaya betapa pentingnya ayah dalam hidup kita.

Segalanya Demi Anakmu

Segalanya Demi Anakmu
idntimes.com

Ayah….

Sejuta nasihat telah kau ucapkan

Sejuta cinta telah kau taburkan

Sejuta kasih telah kau persembahkan

Hanya untuk diriku, anakmu

***

Ayah….

Kau selalu mengajarkanku tentang kebaikan

Kau memperlihatkan apa arti sebuah cinta

Kau telah menjelaskan apa makna kehidupan

Dan kau mendidikku dalam balutan kasih sayang

***

Ayah….

Betapa mulianya hatimu

Engkau relakan waktu istirahatmu hanya demi ku

Engkau korbankan kesehatanmu demi sehatnya diriku

Engkau rela banting tulang untuk mencukupi kebutuhan anakmu

***

Ayah….

Engkau akan terbangun disaat ku sedang lelap tertidur

Kau akan memulai aktivitas disaat semua orang sedang enak beristirahat

Kau akan berusaha terlihat tegar, walaupun di balik itu semua kau menahan semua rasa lelah tiada tara

Kau selalu berkata, kita pasti bisa!

***

Ayah….

Betapa mulianya hati mu

Mempersembahkan sesuatu yang baik untukku

Kau telah berjanji semua kerja kerasmu kau relakan untukku

Dan sekarang aku pun berjanji atas semua kasih sayangmu

Dan atas semua ketulusan hatimu

Bahwa aku kan selalu ada untukmu, wahai ayah

***

Anakmu ini telah berjanji untuk selalu hadir untukmu

Ku berjanji akan selalu mejagamu

Menjaga semua kasih yang telah kau berikan untukku

Semoga kau mendapat ridha-Nya. Wahai ayah

***

Apakan kita pernah berfikir bahwa semua pengorbanan ayah tidak akan bisa tergantikan. Harusnya kita malu dengan semua kelakuan kita yang telah kita perlihatkan kepadanya.

Berapa kali kita melawan seorang ayah. Berapa kali kita membantah perintah ayah. Atau ketika ayah kita menasehati, kita malah berbicara dalam hati ” apaan sih ayah”. Bro, sadar!

Tidak Akan Pernah Pergi

Tidak Akan Pernah Pergi
idntimes.com

Lelaki yang sedang terbaring di sana adalah ayahku

Lelaki terhebat di dalam hidupku

Lelaki terbaik yang telah banyak mengajarkanku

Tidak mengenal sakit walau sakit itu ada

***

Lelaki terhebat itu ialah ayahku

Lelaki yang penuh akan kesederhanaan

Lelaki yang sangat cerdas dalam mengurus kami

Dialah kepala keluarga kami

***

Lelaki yang sedang terbaring disana adalah ayahku

Ia tidak akan pernah membiarkanku terluka

Tidak akan pernah rela jika anaknya tersakiti

Dan dia akan selalu mendampingiku

***

Lelaki yang sedang terbaring disana adalah ayahku

Yang mungkin tidak akan lama lagi aku bersamanya

Semoga kekuatan yang telah engkau tunjukan

Bisa membuatku bertahan dan menjagaku dimanapun, kapanpun

***

Nasehatmu kan selalu ku jaga

Seluruh kasihmu akan ku simpan

Kau adalah lelaki terhebat

Lelaki terhebat di dunia ini!

***

Apakah kita pernah berpikir bahwa umurnya mungkin tidak akan lama lagi. Apakah kita pernah berpikir! Tetapi kita masih saja membantah apa yang telah di perintahnya.

Ayolah kawan. Cintailah orang tuamu. Cintailah dengan sepenuh hati. Sebelum mereka di ambil kembali sama pemiliknya. Puisi tentang ayah ini bisa memotivasi kita supaya lebih cinta kepada ayah.

Untuk ayah

Untuk ayah
harianpijar.com

Ayah… Apakabarmu?

Apakah engkau tau aku disini sudah mulai dewasa

ayah, aku rindu

Aku rindu ayah…

***

Ayah

Satu kata yang sangat berharga di dalam hidupku

Sebuah rangkaian huruf yang sangat kucintai

Sebuah bagian dari hidupku yang tak akan terlupakan

***

Ayah…

Kau adalah lelaki yang selalu kurindu

Yang mungkin nantinya engkau akan pergi

Ke sebuah tempat yang ku yakin engkau akan bahagia disana

***

Ku menyimpan sebuah memori tentangmu

Kau teman rinduku

Aku masih terlalu kecil untuk mengingat memori itu

Tetapi engkaulah yang selalu ku rindu

***

Aku tau

Engkau lelaki yang tangguh, sabar dan tidak kenal lelah dalam berusaha

Engkau tetap berusa menjadi seorang pemimpin keluarga yang baik

Walaupun mungkin lelah telah engkau rasakan

***

engkau adalah lelaki yang pemberani

Pemimpin keluarga ini

Wajar saja ibu memilihmu

Karena engkau lelaki hebat

***

Ayah Jangan Pergi

Ayah Jangan Pergi
nu.or.id
Baca juga: Kumpulan Puisi Tentang Sahabat Dunia dan Akhirat

Ayah. Apakah engkau tau, Kalau aku sering membayangkan

Aku sering sekali menjatuhkan air mata

ku sering teringat tentangmu

Kalau suatu saat nanti kau akan pergi meninggalkanku

***

Ku akan sendiri meratapi kehidupan ini

Melihat kawan-kawan yang asyik bersama ayah mereka

Riang tawa saling bersautan diantara mereka

Sedangkan aku, diam seribu bahasa

***

Ku tau, kita semua akan pergi

Tapi, jika nanti suatu saat kau pergi meninggalakanku

Ku berharap kau pergi tanpa rasa kecewa kepadaku

Tanpa rasa menyesal kepadaku

***

Pasti ku akan sering menangis

Ketika mendengar cerita kawan-kawan tentang kebersamaannya dengan ayah mereka

Ku akan berusaha tegar

Menghadapi kenyataan kalau suatu saat nanti kau akan pergi

***

Aku tidak akan menyiakan kesempatan selagi kau masih ada

Ku akan berusaha bangun di sepertiga malam

Ku panjatkan do’a kasihku untukmu

Yang terselip di antara tetesan air mataku

***

Wahai kawan-kawan semua. Puisi tentang ayah ini saya buat untuk mengingatkan kita akan pengorbanan seorang ayah. Puisi tentang ayah ini saya buat untuk merubah diri kita.

Jangan sia-siakan waktu bersama ayah. Apakah pernah kita memeluknya? Apakah pernah kita menciumnya? cintailah dia. Peluklah ia! Berikan pelukan terhangat untuknya, wahai kawan.

Cinta Ini Hanya Untukmu Ayah

Cinta Ini Hanya Untukmu Ayah
sukita.info

Ku tau tulang-tulangmu sudah mulai rapuh

Yang dulu kau pakai

Demi sesuap nasi masuk ke dalam mulutku

Untuk melaksanakan kewajibanmu sebagai kepala keluarga

***

Saat ini, kau sudah lelah dengan segala pengorbananmu

Kini kau hanya sanggup untuk memberiku seuntai nasehat

Kina kau hanya mampu mendoakan yang terbaik untukku

Demi anak yang telah kau besarkan dengan seluruh kerja kerasmu

***

Air mataku selama ini tidak akan pernah bisa menggantikan keringatmu

Semua hal yang telah kau perbuat untuk hidupku

Seluruh pemberian yang kau kasih kepadaku

Akan selamanya ku simpan dan ku jaga

***

Kasih sayang mu tiada dua

Perhatianmu selama ini tidak akan ku lupa

Walaupun ku sering membantah perkataanmu

Dan terkadang kami tidak bersyukur dengan apa yang telah kau berikan

***

Sekarang waktunya aku yang akan melakukan semuanya

Aku harus membalas semua jasa yang telah engkau beri

Dan sekarang akulah yang akan memperhatikanmu

Untuk menjaga mu selalu, wahai ayah

***

Izinkan aku berubah menjadi anak yang berbakti kepadamu

Anak yang tidak akan melupakan kasih sayang ayahnya

Izinkan kami membalas semua pengorbananmu

Dan izinkanlah kami untuk membahagiakanmu sebelum engkau pergi

***

Ayah….

Ku sadar. Semua usaha ini tidak akan bisa membalas semua jasamu

Tidak akan bisa membayar apa yang telah engkau beri untukku

Dan mungkin nyawa ini pun tidak akan sanggup membayarnya

***

Terimakasih banyak ayah

aku sekarang sudah bisa tegar berdiri

Ku sudah mampu untuk hidup mandiri

ku menjalani hari dengan segala do’a dan kasih cintamu

Aku mencintaimu, wahai ayah

***

Wahai ayah

Setiap tetes keringat yang keluar dari tubuhmu

Setiap hembusan hafasmu

Selalu dipenuhi kasih sayang yang tiada tara

***

Semua ini Untukmu Ayah

Sekali lagi puisi tentang ayah ini untuk menjadikan kita lebih cinta kepada ayah. Puisi tentang ayah ini tidak bertujuan untuk anda merasa sedih, justru untuk membangkitkan diri kita.

Wahai kawan. Ayah kita tidak membutuhkan tangisan kita. Ayah kita tidak mengharapkan harta apapun dari kita. Beliau tidak meminta semua jasanya harus digantikan.

Karena ayah ikhlas menjalankan semua penderitaan itu demi kita anaknya. Mulai sekarang, marilah kita jaga ayah kita dengan balutan kasih sayang.

Jangan pernah mengecewakannya. Ingat! Kematian tidak ada yang tau pasti kapan akan datang. “Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu diwaktu kecil”

 

Eh Komen Dong..

%d blogger menyukai ini: