Kumpulan Puisi Tentang Perpisahan yang Bikin Galau 7 Turunan

Puisi tentang perpisahan ini menceritakan bahwa sebuah pertemuan pasti akan ada perpisahan. Kata-kata ini sering kali kita dengar, dan memang benar sesuatu yang bertemu akan berpisah.

Seperti dengan orang tua, teman, guru bahkan sampai sahabat yang selalu menemani kita setiap saat. Perpisahan itu sangat menyedihkan. Tapi kita harus tau, kalau di balik itu semua ada hikmahnya.

Saya menulis Puisi tentang perpisahan ini berdasarkan apa yang memang akan terjadi. Sebuah pertemuan akan selalu ditutup dengan adanya perpisahan.

Puisi tentang perpisahan ini bisa anda jadikan sebagai refrensi tugas sekolah anda. Maupun untuk dibaca kepada teman ataupun sahabat kalian. Berikut puisi tentang perpisahan.

Kenangan Di Malam Itu

Kenangan Di Malam Itu
sevenmusic.co.id

Dalam sayup-sayup angin malam

Terbawa alunan sukma, yang dipenuhi akan makna

Jauh ku kan panjatkan ukiran doa, untuk membungkus sebuah perpisahan

Ku tetap berusaha tegar dengan semua takdir ini

***

Denyut nadi yang seakan ingin berhenti

Berhenti untuk semua rasa ingin tau ku padanya

Berawal dari sebuah titik yang tersusun menjadi sebuah garis yang tidak beraturan

itulah gambaran hatiku saat ini

***

Berawal dari perkenalan

Terangkai menjadi keakraban

Saling melengkapi satu sama lain

untuk menciptakan hari yang indah

***

Detik demi detik kian berlalu

Tak terasa semua hari-hari itu

Ku terus diam di pojok ruangan

terus menghitung mundur waktu yang masih tersisa

***

Dan malam ini

Semua kesedihan bertumpuk di pikiran

Bercampur aduk dengan kenagan

Di malam akhir kita bersama

***

Wahai sahabat

Rasanya begitu sangat cepat

Kau sampaikan perpisahan ini

Di malan penuh kenangan

***

Ku hanya bisa tertatap diam

Mendengar dengan seksama

Menahan semua rasa yang tidak karuan

Di malam itu penuh akan kenangan

Semua awal pasti mempunyai akhir. Semua pertemuan pasti akan berujung dengan yang namanya perpisahan. Kita harus bisa menerima semua ini.

Menjadi Lebih Baik

Menjadi Lebih Baik
unnimac.blogspot.com

Malam itu langit gelap bersayup angin

Seolah telah mengerti akan kejadian semua ini

Di malam itu sebuah perpisahan telah tiba

Membawa rasa duka dan juga bahagia

***

Bahagia karena telah meninggalkan semua keburukan itu

Berduka karena kita akan berpisah

Menempuh semua impian di depan mata

Kita tak tau kapan kita akan berjumpa kembali

***

Aku berharap

Semoga hari kedepannya akan lebih baik

Mencapai apa yang telah kita impikan

Bersama dengan doa yang selalu kita persembahkan

***

Dan aku pun sangat berharap

Semoga kita bisa bertemu di lain waktu

Bercanda tawa seperti saat kita bersama

Walau mungkin kau tidak akan mau

***

Ah. Rasanya aku ingin menangis

Meminta waktu ini diulang kembali

Tapi apa boleh buat

Semua masa itu telah terlewati

Dan akan ada masa depan yang menanti

***

Wahai sahabat

Ingatlah selalu semua nesahatku

Di setiap chattan kita dulu

Untuk menjadi sebuah guru

***

Dan ingatlah akan persahabatan kita dahulu

Yang akhirnya memang harus berpisah

Namun, ku tau perpisahan ini bukan akhir segalanya

Tapi ini adalah titik awal perjuangan kita

Supaya di masa depan menjadi orang yang berharga

***

Dalam malam ku merindukanmu

Dalam malam ku mengagumimu

Dalam malam ku memperhatikanmu

Dan malam itu aku terluka karenamu

***

Hati ini sungguh kecewa

Yang mungkin saat ini mulai berputus asa

Karena mencintaimu dalam diam membuatku sangat terluka

Dan aku pun tak tau bagaimana cara mengobatinya

Puisi tentang perpisahan di atas adalah sebuah cerita tentang persahabatan yang telah tiba waktu untuk sebuah perpisahan yang sangat menyakiti hati.

Untuk kedua Orang Tua Ku

Untuk kedua Orang Tua Ku
mubaadalahnews.com

Tak terasa jenjang pendidikan telah ku lewati

Rasa bahagia telah tercipta di hati ini

Tersimpan rasa bahagia yang telah lama adanya

***

Semua keberhasilan ini tercapai karena kedua orang tuaku

Selalu mendukung semua impianku

Kasih sayangnya selalu menyertaiku

Do’nya pun selalu mengiringi perjalananku

***

Terimakasih wahai umi dan abiku

Dengan tetesan keringatmu aku menjadi semakin paham akan ilmu

Membuka semua jalan-jalanku

Dan menuntunku untuk bisa melewati jalan tersebut

Sangat indah bila hidup ini berjalan dengan tuntunan ilmu

Dunia ini indah mengubah rasa-rasa yang kelabu

***

Tanpa ilmu ku tak akan bisa mencapai harapan

Terpupus angin malam yang kian menghantam

Tetapi hati ini telah terpenuhi oleh jiwa-jiwa prestasi

Menjadi kebanggan diri dan untuk negeri ini

***

Umi dan abi, semua keberhasilanku nanti kupersembahkan untukmu

Pahlawan yang telah membimbingku hingga tumbuh besar seperti ini

Engkau adalah segalanya yang telah melengkapi kesuksesan ini

Mendukung kaki yang lemah ini untuk melewati jalan berduri

***

Umi dan abi terimakasih atas semua pengorbananmu

Engkau telah berjaya menyekolahkanku sampai sejauh ini

Izinkan aku untuk mencium tanganmu untuk tanda ku berbakti padamu

Dan izinkan ku memelukmu untuk mengucapkan aku sungguh

Mencintaimu wahai umi dan abiku

Inget wahai kawan. Ketika kita sukses nanti. Jangan pernah melupakan jasa kedua orang tua kita. Puisi tentang perpisahan ini mengajarkan kita untuk tidak akan lupa akan semua jasa kedua orang tua kita.

Rasa Perpisahan ini

Rasa Perpisahan ini
tutugon.com

Mata ini mulai berkaca-kaca

Jantung yang kian berdetak tak menentu

Pikiran yang melayang-layang

Itulah gambaran hatiku saat ini

Yang tercipta setelah waktu perpisahan denganmu

***

Malam itu adalah malam yang sangat menyiksa

Menyiksa diriku dan mungkin juga dirimu

Waktu yang terasa sangat lambat terus berputar

Berputar mengelilingi hari yang akan kita lewati

Waktu dimana kita tidak bersama lagi

***

Semua ini sudah menjadi kenangan

Kenangan indah yang telah kita lalui

Sedih, tawa, canda, takut, dan rasa khawatir semua terpisahkan

Dengan perpisahan ini semua kan menjadi kenangan

***

Ku tau mungkin hatimu saat ini sangatlah sakit

Terpisah dan terpenjara disana

Namun ketahuilah

Diri ini lebih sakit untuk menerima semua ini

***

Saat ini hatiku sangat bingun dan tak tau harus bagaimana

Banyak hal yang tidak bisa ku katakan dan ku jelaskan

Banyak hal yang kau tidak mengerti maksud hatiku selama ini

Maafkan aku, dan cobalah untuk menerima semua kenyataan ini

***

Jauhkan rasa dendam dan benci untukku

Yakinlah bahwa semua ini akan ada hikmahnya

Ketahuilah

Aku tak akan pernah lupa dan tak akan pernah bisa

Untuk apa yang harus memisahkan kita

Kenanglah semua ini…

Tak kala waktu menghentikan kebahagiaan kita. Tetapi janganlah kecewa. Karena kita harus paham bahwa tujuan bertemu adalah berpisah. Puisi tentang perpisahan ini adalah cerita nyata yang pernah terjadi.

Aku Bingung

Aku Bingung
mediacerita.com

Dalam sayup-sayup angin malam

Terbawa lamunan jauh nan sukma. Menebar kenang di setiap makna

Jauh ku berpetualang tuk mencari arti sebuah perjumpaan, Ku iringi dengan alunan do’a

Berusaha bangkit tuk mencari arah agar tidak tersesat

***

Baca juga: Kumpulan Puisi Tentang Ayah yang Telah Berjasa Dalam Hidup Kita

Hati ini berdenyut sangat cepat

Menerobos semua hayal belaka

Keinginan ku tuk selamanya bersamamu

Tatapi itu semua adalah hampa

***

Bermula dengan suatu pertemuan yang berkembang menjadi kebersamaan

Yap. Lebih tepatnya sebuah keakraban

Gak ada yang tau apa arti semua ini

Kita hanya bisa menerima bahwa nantinya kita akan berpisah

***

Kini ku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi

Terjatuh dalam lembah kesedihan yang penuh rasa sakit

Dari rasa sakit itu ku mencoba buang semua rasa duka dan lara

Aku bingun, semua ini terasa sedih

***

Layaknya mentari yang selalu menyinari, aku pun masih terus berpikir

Akankah sebuah pertemuan sudah pasti akan berjumpa dengan perpisahan?

Suara hati ini terus memenuhi fikiranku

Tanpa sadar semua ini hanya sia-sia belaka

***

Pada saat malam itu

Angin pun ikut serta dalam suasana hatiku, angin itu bagaikan bahagiaku

Tak kala suara petir membentak hatiku, dan menghentikan denyut nadiku. Petir ini laksana dukaku

Hingga petir pun mengeluarkan titahnya yaitu hujan, dan hujan adalah tangisku

Semua ini bagaikan suasana hatiku saat ini

***

Aku sadar bahwa semua ini adalah takdir Allah

Dan akupun merasa cukup dengan semua kebersamaan dan kedekatan ini

Walaupun kata perpisahan masih sering menggelegar di dalam hatiku. Tetapi ku kan tetap berusaha tersenyum

Walau harus terpaksa

***

Namun seiringnya waktu, ku mulai sadar

Bahwa di dunia ini

Sebuah perjumpaan sangat mustahil untuk tetap abadi

Begitu pula sebaliknya…

Sebuah perpisahan akan sangat mustahil untuk terus abadi

Awal adalah akhir dan akhir adalah awal

Semua awal adalah akhir dan semua yang berakhir adalah awal!

Maafkan Aku Semua

Maafkan Aku Semua
outerbloom.com

Nafas ini terasa menjerit

Diredam sedih mendekap kerinduan

Tak peduli semua ini

Perpisahan selalu menjadi bingkai yang sangat perih

***

Menghitung waktu ketika kita terakhir kali bertemu

Sesering dulu kita chattan setiap waktu

Tak ada waktu tanpa bercanda

Tak ada canda tanpa sebuah kebahagiaan

***

Sahabat, kau sangat berarti untukku

Kau selalu menjadi tempat dimana ku selalu di mengerti

Kau selalu menjadi pewarna hari

Karena kita ada untuk saling melengkapi

***

Wahai sahabat

Perpisahan antara kita sudah terjadi

Kini, kita sudah saling melepaskan

Dan mulai saat kita, kita berusahan untuk saling melupakan

***

Waktu berputar sangat cepat

Kemarin rasanya baru saja ku mengenalmu

Rasanya baru kemarin ku duduk sekelas denganmu

Dan kemarin rasanya kita baru awal bertemu

***

Mengenalmu adalah bagian terindah dalam hidupku

Karena langit telah memberiku bintang yang kian bercahaya

kau selalu menerangi kesedihanku

Dan kau adalah bintang terindahku

***

Walaupun akhirnya kita akan berpisah

Sebagaimana dulu awal kita bertemu

Bertemu pada pandangan pertama

Dan bukannya perpisahan terjadi karena ada pertemuan?

***

Aku akan berusaha ikhlas

Ikhlas untuk melepaskanmu

Kau perlu tau, ikhlas bukan berarti melupakan

Jujur, aku tidak punya niat untuk mengusirmu dari ingatanku

***

Di malam itu kita mulai akrab

Dan di malam itu pula kita harus berpisah

Kita bertemu karena Allah

Dan kita berpisah karena Allah

Salam Perpisahan

Salam Perpisahan
tirto.id

Kini, hatiku dipenuni rasa sedih

Ketika kita memutuskan untuk berpisah

Malam itu air mataku deras bercucuran

Bukan berarti itu semua sebuah kerelaan

***

Saat-saat langkah ini mulai terayun

Jarak antara kita mulai terbentang

Akankah semua ini akan terkenang

Atau akan hanyut di terjang gelombang

***

Wahai sahabat, di dalam hatiku ini

Pasti akan membekas semua kenangan kita

Kau sungguh baik, dan sangat perhatian

Disini, aku terbaring lemas penuh hampaan

Karena mungkin rasa kangenku yang tidak kau harapkan

Puisi tentang perpisahan ini menceritakan bahwa hidup ini untuk mati. Janganlah merindukan apa yang telah berlalu. Tapi pikirkanlah apa yang akan terjadi di depan sana.

Selalu semangat walau semua ini tidak akan abadi. Selalu tersenyum walau itu terpaksa. Jangan menangis karena itu tidak ada gunanya. Satu lagi, bahagia itu gak ada istimewanya.

Bertemu karena Allah, dan berpisah karena Allah. Itu jauh lebih baik dari pada kita harus meratapi kesedihan yang berkepanjangan. Biarkan dan ikhlaskan!

Sekian puisi tentang perpisahan ini.

 

Eh Komen Dong..

%d blogger menyukai ini: